Pendidikan Seminar Dua Tahunan yang Kedua – Membantu Pendidik Indonesia dengan Berubahnya Kurikulum

Dengan berhasilnya Seminar Pendidikan pertama yang diselenggarakan tahun 2012, AES kembali menyelenggarakan Seminar Pendidikan yang kedua di Grand City Mall, Surabaya untuk membahas transisi penting yang dihadapi sekolah-sekolah di Indonesia pada saat ini. Perubahan besar pada kurikulum nasional di tahun 2013 oleh pemerintah Indonesia, telah menyebabkan kegemparan yang dikarenakan perencanaan dan pelaksanaan yang mendadak.

AES Education Seminar in Surabaya

Banyak sekolah yang sebelumnya mempunyai visi solid untuk menjadi dikenal secara internasional, kemudian harus memikirkan ulang strategi mereka karena tugas utama mereka sekarang adalah mencari tahu bagaimana pelaksanaan Kurikulum 2013. Oleh karena itu, seminar pendidikan ini diselenggarakan untuk mengatasi betapa pentingnya sekolah untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di level internasional terlepas dari perubahan kurikulum lokal. Tema yang dipilih untuk seminar kali ini adalah “Berhasil Mengintegrasikan Standar Internasional dalam Konteks Lokal”.

AES mengundang pakar pendidikan, Drs. Kresnayana Yahya MSc. sebagai pembicara kunci yang membicarakan tantangan International yang akan dihadapi bagi anak-anak Indonesia dan pentingnya sekolah untuk mengatasinya.

“Sekolah-sekolah di Indonesia harus bersyukur. Meskipun betapa populernya pendekatan berbasis pengujian dalam sistem pendidikan kita, ternyata ada kurikulum yang benar-benar mempersiapkan siswa untuk masa depan mereka. Ini adalah sesuatu yang semua sekolah harus mengambil keuntungan,” Pak Kresnayana mencatat dalam presentasinya.

Sesudah Pak Kresnayana, AES General Manager, Gaye Pullyn membicarakan tentang fleksibilitas dari program GAC dan EPP yang memungkinkan sekolah-sekolah dapat bekerja dalam koridor setiap konteks peraturan pemerintah dan konteks sekolah mereka.  Rezia Usman sebagai Akademik Regional Manager untuk Indonesia di AES, membahas lebih lanjut mengenai format GAC dan EPP yang berbeda yang dijalankan di Pusat-Pusat Pengajaran AES di Indonesia.

Pembicara tamu Ibu Tien Tresnasih Utari, Kepala Sekolah dari SMA Budi Mulia Dua, Yogyakarta membagi pengalamannya bekerja dengan AES dalam transisi kurikulum. Bagi para pemirsa, Ibu Tien menjelaskan “Program GAC dan EPP adalah lebih dari sekedar kurikulum bagi sekolah kami. Dukungan yang diberikan AES kepada kami sangat luas, mulai dari investasi guru dengan pelatihan untuk membantu siswa kami sampai mereka diterima di universitas baik lokal maupun luar negeri. Pendekatan baru dalam kurikulum 2013 sudah sebelumnya diterapkan di sekolah kami dengan GAC. Guru dan siswa kami lebih dari siap dengan perubahan “.

Seminar dihadiri oleh berbagai perwakilan dari lembaga-lembaga pendidikan, mulai dari perguruan tinggi swasta sampai sekolah internasional swasta dan dari Departemen Pendidikan setempat. Tanggapan dari seminar ini sangat positif dan mengarah ke kolaborasi-kolaborasi dengan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Surabaya. (RU)